Jumat, 07 Agustus 2015

23 Juli 2015 : Desa Komodo Dan Pink Beach

Pagi ini, saya kedatangan tamu tak diundang, sebut saja namanya "bulan". Berhubung saya tidak menyiapkan perlengkapan terhadap "si bulan" ini, kami memutuskan untuk pergi ke Desa Komodo untuk membeli perlengkapan. Desa Komodo terletak di Pulau Komodo. Banyak kisah yang menceritakan tentang hubungan antara komodo dan masyarakat setempat. Baru - baru ini, seorang anak SD sedang menimba air di sumur, tiba - tiba datang seekor komodo dan langsung menyerang anak tersebut. Sayangnya, anak tersebut tidak dapat tertolong. Kisah lain tentang seorang petugas sebuah provider internet yang sedang memasang sebuah tower di Pulau Komodo. Akibat kelelahan bekerja, ia duduk bersandar hingga tertidur pulas di bawah tower. Tak sadar, seekor komodo datang dan menggigit kuku kakinya. Untunglah, nasib petugas ini dapat diselamatkan setelah ada ranger yang datang untuk menolong.

Rencana hari ini ialah berkunjung ke Pulau Komodo dan Pink Beach. Masyarakat setempat menyebutnya Pantai Merah. Namun, kami tidak jadi mengunjungi Pulau Komodo karena saya sedang menstruasi. Walaupun komodo memiliki indera penglihatan yang kurang baik, komodo memiliki indera penciuman, terutama bau darah, bangkai, atau amis yang sangat baik. Komodo mampu mencium bau dari  jarak radius 10 km. Khan gak lucu kalo diserang komodo gara - gara bau darah.

Dari Desa Komodo, kami langsung menuju ke Pink Beach. Di sini, kami sempat mendaki salah satu bukit di Pink Beach. Pantai ini terkenal karena pasirnya yang berwarna pink. Sebenarnya, pasirnya berwarna putih. Adanya ganggang laut berwarna pink di sepanjang bibir pantai yang saat terkena ombak membuat kesan bahwa pasirnya berwarna pink.




Sebelum makan siang, kami menyempatkan diri untuk snorkeling di Pink Beach. Semakin sore, arus laut semakin kuat. Kami mencoba snorkeling kembali, tapi arus laut mengakibatkan banyak pasir yang terangkat sehingga jarak pandang untuk mengagumi makhluk hidup di laut menjadi semakin berkurang.


Malam ini, kami menginap di daerah Kalong, masih 1 wilayah dengan Pulau Komodo. Menjelang senja, banyak kelelawar yang beterbangan. Seperti hari kemarin, malam ini ditutup dengan makan kenyang, melihat bintang dari atas kapal, dan tidur nyenyak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar