Selasa, 30 Agustus 2016

Tujuan Naik Untuk Turun

Suatu hari, seorang kawan saya mengajak saya untuk climbing di Gunung Parang. Alasannya mengajak sederhana, yaitu ada seorang kawannya yang sudah climbing dan nge - post di facebook dengan background foto waduk jatiluhur dan difoto tersebut tampak "keren". Awalnya, saya menolak karena saya tidak suka naik gunung.

Kemudian, kawan saya tetap membujuk saya untuk climbing sambil berkata "broo.. anak umur 4 tahun aja pada naik, masak lo kagak". Berhubung merasa "dicemenkan", akhirnya saya memutuskan untuk climbing dengan pertimbangan :
1. pergi sabtu pagi, pulang minggu sore, jadi tidak perlu cuti
2. lokasi climbing dekat, di daerah purwakarta
3. harga untuk nge - camp selama 1 malam masih bisa dirogoh dari kocek sebesar Rp 650.000,-
4. anak umur 4 tahun aja climbing

Singkat cerita, saya mencari tahu mengenai climbing di gunung parang. Climbing di sini memiliki nama lengkap "climbing via ferrata". Intinya, memanjat menggunakan media / fasilitas yang memudahkan seseorang untuk melakukan pemanjatan, misalnya menggunakan pijakan, kaca, dll. Di Indonesia, baru ada 1 lokasi yang digunakan untuk climbing via ferrata, yaitu di Gunung Parang Purwakarta. Di Gunung Parang, ada beberapa operator yang menyediakan jasa untuk climbing. Namun, saya dan kawan saya menggunakan @sky_walker (bisa cek di ig-nya). Ini adalah operator pertama atau perintis untuk climbing via ferrata di Indonesia.

Sedikit cerita untuk sejarah via ferrata. Awalnya, via ferrata ini ditemukan oleh tentara Italia di masa Perang Dunia I dengan tujuan untuk memudahkan distribusi ransum, senjata, dll. Metode via ferrata inilah yang kemudian dipakai untuk climbing dan tujuan wisata lainnya. Di Asia Tenggara, baru ada 2 tempat untuk climbing via ferrata. (1) gunung Parang Purwakarta dan (2) Gunung Kinabalu Malaysia (kabarnya, di sini harganya 1 jutaan untuk climbing).

Oh iya, awalnya di benak saya, climbing itu ialah naik gunung, ternyata bukan Buu.. climbing itu "memanjat" (wakwaawww)... Kami climbing dengan bantuan pijakan yang sangat kuat, tali, peralatan safety, dan helm.

Climbing Bukan Naik Gunung
Di grup kami, ada 4 orang, yaitu saya, kawan saya (Yudha), mbak vony (kenal di tempat), dan orang Malaysia namanya Chooi (panggilannya cuy). Kami di - guide oleh 1 orang, yaitu Besta.

Saya, Yudha, Mbak Vony, Cuy

Awal perjalanan, saya begitu semangat. Saat melihat ke bawah, ngeri ngeri sedaaappppp. Sempat ada rasa takut, tapi dikalahkan oleh kekaguman terhadap pemandangan di sekitarnya, yaitu Waduk Jatiluhur. Tidak pernah terbayangkan di benak saya kalau waduk jatiluhur itu seperti lautan yang begitu luas.

Kami sampai di titik akhir, tempat kami akan berkemah selama 1 malam sekitar pukul 4 sore. Tiba di kemah, saya langsung merebahkan diri sejenak karena lelah dan takjub bisa sampai di atas. Setelah itu, saya menikmati alam yang menakjubkan, berupa waduk jatiluhur. Saya tidak menyangka bahwa saya akan melihat waduk tersebut karena saya hanya mendengar kata "waduk jatiluhur" di kala masih SD.

Waduk Jatiluhur
Keesokan paginya, kami turun. Kaki saya begitu pegal dan lemas. Ada 1 spot pada saat turun, saya tidak menggunakan kaki, tapi menggunakan pantat.

Uji Kekuatan Pantat
Pada saat turun, ada 1 spot, kami bisa melihat goa. Goa ini semacam lubang yang menjorok ke dalam. Untuk sampai ke goa tersebut, kami harus jalan di atas pijakan untuk mencapai goa yang paling besar.

Menuju Goa

Goa Besar
Masih ada 2 goa lagi dengan ukuran lebih kecil, tapi untuk menuju ke sana, kami perlu turun. Berhubung kaki sudah sangat lemas dan pegal serta encok sana sini, saya memutuskan untuk stay di goa yang besar saja. Ketiga kawan saya menuju ke bawah untuk melihat 2 goa kecil lainnya.

Goa Kecil
Di dalam hidup saya, saya tidak pernah menyangka akan melakukan climbing. Hanya karena wa dari seorang kawan, saya melakukan suatu kegiatan yang membuat saya menyadari banyak hal, mengenali diri saya lebih jauh, dan mensyukuri banyak hal bahwa tujuan kita sampai puncak ialah untuk turun lagi agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.

CP : instagram @sky_walker


1 komentar:

  1. Selamatttt Anda telah melewati satu fase kehidupan yg tak terlupakan

    BalasHapus