Rabu, 05 Agustus 2015

20 Juli 2015 : Wae Rebo

Setelah sarapan dan dijemput di Hotel Rima oleh Kak John dari pihak Flores Charm Tour, kami pergi menuju ke Desa Denge, desa terakhir sebelum Wae Rebo. Perjalanan dari Ruteng menuju Desa Denge memakan waktu 3 jam. Selama perjalanan, kami melewati, hutan, sawah, ladang, dan pantai. Ini bukan sembarang pantai karena pantainya berpasirkan batu. Ombaknya pun sangat besar.

Tiba di Desa Denge, kami disambut oleh Bapak Blasius. Bapak Blasius adalah orang Wae Rebo. Ia lahir dan besar di sana. Menurut Bapak Blasius, beliau adalah orang yang pertama kali memperkenalkan desa Wae Rebo sebagai desa wisata. Beberapa tahun yang lalu, ia bersama kawannya mengunjungi hotel - hotel di Flores untuk mengenalkan Wae Rebo. Pada awalnya, desa Wae Rebo memiliki 4 rumah, termasuk rumah adat. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, dibangun 2 rumah lagi dan 1 rumah untuk tamu / turis untuk menginap.

Sebelum trekking menuju Wae Rebo, kami makan siang di rumah Pak Blasius. Makan siang ini sangat penting karena kami akan mendaki bukit dengan medan yang cukup menanjak dan menempuh perjalanan selama 4 jam. Kenyang makan mie sedap kuah campur telor (kenapa mie instan itu rasanya enak banget yaa kalau lagi jauh dari rumah), kami menuju Wae Rebo. Perjalanan kami diawali dengan jalan berbatu - batu besar. Menurut rencana, jalanan ini akan diaspal agar nantinya mobil / motor bisa masuk ke area ini. Setelah kami melewati sungai, perjalanan sesungguhnya dimulai. Masuk ke dalam hutan. Jalanan menanjak. Kadang - kadang licin. Sebelum mencapai Desa Wae Rebo, kami melewati sebuah jembatan bambu yang melewati sebuah sungai yang cukup deras.


Setelah menempuh perjalanan 3,5 jam, kami sampai di Desa Wae Rebo. Menurut peraturan adat, setelah kami melewati pintu gerbang desa, kami tidak boleh mengambil gambar / foto sebelum meminta izin ke Kepala Adat yang berada di rumah adat. Jadi, setelah kami tiba, kami langsung menuju ke rumah adat untuk meminta izin, lalu menuju ke tempat penginapan untuk makan siang dan beramah - tamah dengan tamu yang lain.



Setelah itu, kami bermain dengan anak - anak dan berbincang dengan 2 ibu yang sedang mengayak biji kopi. Salah satu ibu bercerita bahwa ia memiliki 9 orang anak. 2 dari 8 anaknya lahir saat sang Ibu sedang berkebun. Anaknya yang ke - 9 lahir saat ia dan sang suami dalam perjalanan pulang dari Puskesmas Denge. Ia bercerita bahwa dalam perjalanan, tiba - tiba sang anak ke - 9 lahir, suaminya langsung menuju ke Wae Rebo untuk mengambil gunting. Begitu sang suami sudah tiba lagi di jalan menemui sang Ibu, ia langsung memberikan gunting ke sang Ibu, sang Ibu menarik ari - ari hingga ke lutut, ari - ari digunting oleh sang Ibu, dan Ibu beserta suami pulang ke Desa Wae Rebo dengan membawa anaknya yang ke - 9. Pergi ke Puskesmas berdua, pulang dari Puskesmas bertiga. 

 
Malam itu ditutup dengan melihat bintang yang tampak begitu dekat.

Kontak :
Bapak Edward (Hotel Rima Ruteng) : 0385 - 22196
John (Flores Charm Tour) : 081 - 338 - 656287


 

2 komentar: