Selasa, 04 Agustus 2015

19 Juli 2015 : NET TV Di Ruteng

Pukul 09.00 WITA, kami berangkat dari Bajawa menuju Ruteng. Kami menggunakan travel dengan biaya Rp 150.000,-. Perjalanan dari Bajawa ke Ruteng menempuh waktu 3 - 4 jam dengan melewati jalanan aspal yang mulus berkelok - kelok naik dan turun. Bagi anda yang punya masalah dengan mabuk darat, perjalanan ini menjadi tantangan besar, apalagi kalau penumpang di depan anda selama perjalanan sedang muntah - muntah. Asyik banget broooo...

Akhirnya, kami tiba di Ruteng, tepatnya HOTEL RIMA. Biaya menginap di Hotel Rima sebesar Rp 300.000,- / malam dengan fasilitas shower air panas (mari mandiiii), televisi, dan spring bed untuk 2 orang. Teman saya memutuskan untuk pergi ke daerah CANCAR, sebuah bukit dengan pemandangan sawah di bawahnya yang mirip dengan spider web (jaring laba - laba). Saya tidak ikut teman saya karena saya sudah pernah ke Cancar dan masih pusing efek perjalanan. Jadi, saya memutuskan untuk nonton NET TV di hotel.  Jauh - jauh pergi, nontonnya tetep NET TV.

Sore hari, saya bertemu teman saya di KAFE MANE, salah satu tempat makan mie goreng terenak di Flores yang dikelola oleh orang tua kakak kelas saya. Di sana, kami berbincang dengan kedua orang tua kakak kelas saya, minum Kopi Mane, dan makan mie goreng.

Sempat terjadi "drama" sedikit. Jadi, kami berencana ke kampung Wae Rebo tanggal 20 - 21 Juli 2015. Kami sudah melakukan pemesanan paket Wae Rebo menggunakan travel Flores Charm. Saat kami di Kafe Mane, salah satu guide dari travel, Kak John, mendatangi kami untuk melakukan pembayaran DP. Perjanjian awal, harga paket kami sebesar Rp 1.600.000,-/orang (all in). Namun, saat di Kafe Mane, biaya sebesar itu tidak termasuk biaya guide lokal dan makan siang. Sontak saja, saya dan kedua teman saya tidak terima. Beruntung, saya datang bersama dengan teman saya yang langsung diimport dari Padang, jadi teman saya ini yang bernegosiasi dengan John dan Ibu Sisca (orang yang melakukan perjanjian di awal dengan kami). Saya juga mengatakan kepada teman saya bahwa saya hanya mau membayar sesuai perjanjian awal, kalau tidak sesuai perjanjian awal, saya memilih tidak ikut. Sok banget y gw.. Sebenarnya, bukan karena janji adalah janji, tapi karena uang sudah semakin menipis, jadi harus mulai kikir sedikit. Debat punya debat. Teman saya memenangkan perdebatan. Jadi, kami tetap membayar sesuai perjanjian awal.

Malam hari, kami membeli sedikit perlengkapan untuk ke Wae Rebo dengan berjalan kaki berlampukan sinar rembulan (bukan sok puitis, tapi karena di sepanjang jalan Ruteng tidak ada penerangan lampu). 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar