Kamis, 06 Agustus 2015

21 Juli 2015 : Labuan Bajo

Setelah menanti matahari terbit yang bersembunyi di balik bukit dan menghirup udara segar di Wae Rebo, kami memutuskan untuk pulang dari Wae Rebo. Perjalanan pulang ini memakan waktu sekitar 2 jam dengan medan yang licin (saya sempat terjatuh saking licinnya, sakit tidak, hanya malu sedikit). Kami tiba kembali di rumah Pak Blasius untuk mandi dan minum teh sejenak. Setelah itu, kami kembali naik mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo. Perjalanan dari Desa Denge Ruteng menuju ke Labuan Bajo memakan waktu 5 jam dengan medan yang sangat berkelok - kelok. Perjalanan ini cukup membuat saya mual dan pusing.

Kami sempat berhenti di daerah Lembor untuk makan siang di sebuah rumah makan Padang. Saya memesan mie instan kuah campur telur dan cabai (tetep mie instan). Kami tiba di Labuan Bajo pukul 16.30 WITA dan menginap di ORANGE HOTEL yang letaknya tidak jauh dari dermaga dan berseberangan dengan TK St. Ursula. Biaya penginapan sebesar Rp 300.000,-/malam dengan fasilitas kamar AC, tv, spring bed untuk 2 orang, dan shower air panas (mandiiii lagiiii).

Sore hari, teman saya memutuskan untuk berjalan - jalan di dermaga untuk menikmati matahari terbenam (ia penggemar berat golden sunset dan golden sunrise, tapi bukan golden ways). Saya memutuskan untuk mandi air panas di kamar hotel.

Malam hari, kami makan cumi goreng dan cah kangkung di warung makan pinggir jalan dekat dermaga. Harga cumi goreng cukup fantastis sekitar Rp 90.000,- / ekor. Namun, anda tidak akan kecewa karena kekenyalan cuminya sangat menggoyang lidah (macem pantura digoyang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar