Minggu, 02 Agustus 2015

16 Juli 2015 : Menuju Pulau Flores

Saya bangun pagi dengan perasaan semangat menggebu - gebu dan cemas luar biasa. Semangat karena saya akan ke Flores. Cemas karena ketakutan Bandara Ngurah Rai akan ditutup seperti 4 hari yang lalu. Saya sudah membayangkan yang buruk. Bila bandara ditutup kembali, saya pulang saja ke Jakarta. Capai hati ini...

Dari Kuta menuju bandara, saya naik taksi Blue Bird dengan biaya Rp 30.000,- (lebih murah daripada ojek Rp 40.000,-). Saya check in, menuju Gate, menghafal kode penerbangan, sembari berdoa supaya semua akan baik - baik saja. Dan benar saja. Pesawat Wings Air Denpasar - Maumere mengalami keterlambatan. Cemas semakin menjadi - jadi. Yang dinanti akhirnya tiba. Saya dipanggil menuju Gate 3 karena pesawat akan lepas landas. Rasanya begitu bahagia saat pesawat benar - benar lepas landas.


Perjalanan Denpasar - Maumere menggunakan pesawat Wings Air memakan waktu 2 jam. Di pesawat, saya berbincang dengan seorang pria asal Maumere. Awalnya, ia mengeluh karena ini kali pertama naik Wings Air menuju Maumere. Biasanya, ia naik NAM Air yang memakan waktu 1 jam 20 menit dari Denpasar menuju Maumere. Cerita punya cerita. Ternyata, Bapak ini memiliki nasib yang sama dengan saya. Tertahan 4 hari di Bali. Jalan - jalan di Kuta dan Legian untuk kali pertama. Dan sama - sama puas. Tidak ada rasa sesal karena tertahan 4 hari di Bali.

Tiba di Maumere pukul 17.00 WITA. Menurut informasi dari Tante saya, biaya naik bis Maumere - Ende sebesar Rp 80.000,-, sedangkan menyewa mobil Maumere - Ende sebesar Rp 800.000,-. Wow... Keluar dari Bandara, banyak orang yang menawarkan jasa penyewaan mobil. Dengan langkah pasti dan sok tahu, saya bertanya ke salah satu pria. "Apakah Bapak menyewakan travel ke Ende?", tanya saya. "Sebentar Adik. Saya tanya kawan saya dulu", jawab sang pria. Tidak lama kemudian, temannya datang menawarkan biaya Rp 200.000,- Maumere - Ende dengan alasan untuk ganti uang bensin. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan.

Di dalam mobil Kijang Innova Maumere - Ende, ada 3 orang, yaitu supir (teman Bapak tadi), Bapak tadi (namanya Pak Kris), dan saya sebagai penumpang. Jadi, saya sendirian. Tuhan menyertai saya. Amin.

Cerita punya cerita. Pak Kris dan temannya ini memiliki sebuah travel. Mereka memang berniat ke Ende sore ini karena besok pagi akan menjemput turis dari Prancis. Sebelum ke Ende, mereka memutuskan ke Bandara Frans Seda Maumere, siapa tahu ada yang orang yang juga mau ke Ende. Lumayan untuk mengganti uang bensin. Benar saja. Mereka ketemu saya, saya ketemu mereka.

Sepanjang perjalanan, Pak Kris bercerita banyak, tentang hidupnya, Flores, Lembata, Bali, Papua, dll. Senang sekali bertemu dengan Pak Kris. Karena beliau, suatu hari, saya harus pergi ke Papua. AMIN. Dalam perjalanan, mobil kami berjumpa dengan seorang ibu dan 2 anaknya yang sudah remaja. Mereka juga hendak ke Ende. Ibu dan 2 anaknya duduk bersama saya di bagian tengah mobil. Sepanjang perjalanan, kedua anaknya muntah - muntah. Cobaan yang menyenangkan.

Sekitar pukul 19.00 WITA, kami tiba di Warung Makan Jawa Timur. Yang makan malam saat itu ialah saya, Pak Supir, dan Pak Kris. Menurut Om saya, ada peraturan tidak tertulis bila kita menyewa mobil di Flores, yaitu penumpang harus membayar makanan supir. Hmm.. Baiklah. Tidak apa - apa. Toch saya dapat cerita banyak dari mereka.

Tiba di Ende sekitar pukul 22.00 WITA di rumah Om saya. Di sana, kawan saya sudah menunggu. Tante saya juga sudah menyiapkan teh manis hangat dan bekal makan malam kami. Saya tidak lama di rumah Om saya karena travel yang mengantarkan kami menuju ke Riung sudah siap. Biaya menggunakan travel dari Ende - Riung sebesar Rp 150.000,-/orang. Di dalam mobil travel, ada 4 penumpang, termasuk saya dan kawan saya. Kami memutuskan untuk langsung berangkat ke Riung karena malam ini adalah malam takbiran, sehingga besok pagi tidak ada travel atau bisa yang menuju ke Riung.

Untuk diketahui, yang dimaksud dengan travel di Flores ialah 1 mobil berisi para penumpang yang berbeda - beda dengan tujuan yang sama. Harganya tentu jauh lebih murah dibandingkan menyewa 1 mobil dan kondisi mobilnya lebih menyenangkan dibandingkan naik bis. Mobil yang digunakan biasanya Kijang Innova, Suzuki APV, Toyota Avanza, atau Kijang Kapsul. 

Kontak :
Bapak Kris (Tour & Travel Flores) : 0813 - 394 - 18362

Tidak ada komentar:

Posting Komentar