Hari ini adalah hari raya Galungan. Menurut sepupu saya yang tinggal di Bali, bila ada perayaan keagamaan di Bali, banyak tempat makan, toko, dan travel yang tutup. Dan benar saja. Saya menelpon travel dan rental mobil untuk mengantar saya ke daerah Nusa Dua Bali, tidak ada buka. Kalau ada yang buka, harganya sangat mahal. Jadi, saya memutuskan untuk menghabiskan hari di Kuta saja.
Siang hari, saya mencari tempat makan siang. Banyak yang masih tutup. Akhirnya, saya mendapatkan sebuah tempat makan yang cukup ramai. Saya memesan "Nasi Goreng Bali" karena saat saya di Ubud, saya memesan Nasi Goreng Bali yang rasanya sangat enak. Pesanan saya datang lengkap dengan kerupuk dan sambal mentah khas Bali. Saat saya makan, JENG JENG JENG... rasanya asin luar biasa keterlaluan parah. Tampaknya, sang chef hanya memasukkan garam. Berhubung ada pepatah yang menyatakan bahwa jangan membuang makanan, saya memakan Nasi Goreng Bali itu hingga setengahnya. Bukan karena pepatah itu, tapi karena tidak mau rugi, harganya lumayan brooo...
Perut kenyang dengan isian garam, kaki pegal akibat efek Batur tempo hari. Saya memutuskan untuk melakukan pijat kaki dengan biaya Rp 60.000,- di daerah Jalan Legian. Ternyata, mbak yang pijat kaki saya adalah orang Cimahi Bandung. Ngek ngok. Dia cerita tentang perjalanan hidupnya hingga tiba di Legian Bali. Lumayan dapat teman bicara. Pijatan kakinya biasa saja, tambah pegal iya. Entah karena memang kaki saya sangat pegal, entah karena pijatannya salah.
Kemudian, saya kembali ke Bakung Sari Hotel. Saya memutuskan untuk berenang di area hotel. Berhubung kemampuan saya berenang agak rendah, saya berenang di daerah pinggir kolam renang. Ternyata, saya kurang suka dengan kaporit kolam renang, sehingga saya berenang hanya sebentar. Setelah itu, saya memutuskan untuk mandi dengan pancuran air panas, tidur siang, dan nonton tv.
Sore harinya, saya mencari makan di daerah Jalan Kuta. Sudah banyak restoran / tempat makan yang buka. Saya memutuskan untuk makan di tempat yang cukup ramai karena tidak mau tertipu lagi seperti saat makan siang. Saya makan di Kuta Paradiso Hotel. Makanannya enak. Harganya juga "enak". Tidak apa - apa. Tuhan kita kaya ini.. (menghibur diri)..
Tiba di hotel, saya menonton tv dan menyiapkan diri untuk terbang besok.
Wow.. Ternyata, bermalas - malasan seharian, tanpa memikirkan tentang pekerjaan, beban hidup, dll sangat menyenangkan. Terima kasih juga untuk Mbak Pijat dari Cimahi Bandung yang membuat hari saya menjadi berwarna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar