Selasa, 04 Agustus 2015

18 Juli 2015 : Air Panas Mengeruda & Kampung Adat Bena

Setelah tertidur pulas di Pondok SVD dan berpamitan dengan Bapak Kris beserta istri, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Bajawa menggunakan jasa penyewaan mobil Bapak Mat. Biaya transportasi dari Riung - Bajawa sebesar Rp 500.000,-/mobil. Sepanjang perjalanan Riung - Bajawa, kami disuguhi panorama bukit dan sawah.

Sebelum tiba di kota Bajawa, kami mengunjungi AIR PANAS MENGERUDA. Ini adalah sebuah sungai yang mengalirkan air panas. Biaya masuk ke tempat wisata ini sebesar Rp 10.000,-. Di dalam tempat wisata ini, ada 2 kolam besar untuk menampung air panas. Kebanyakan orang yang mengunjungi air panas ini memilih untuk merendam kaki atau badannya di dalam sungai. Berhubung saya malas untuk mengganti pakaian, saya memilih untuk merendam kaki.
Air Panas Mengeruda
Kolam Air Panas Mengeruda
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju ke kota Bajawa. Bapak Mat, supir kami, menawarkan untuk makan siang terlebih dahulu. Kayaknya ini Bapak Mat-nya yang kelaparan karena dia getol banget nawarin makan. Kami makan di Rumah Makan Padang. Saya memesan nasi dan ayam goreng. JENG JENG JENG. Tampaknya, itu daging ayam yang digoreng seminggu yang lalu saking kerasnya.

Siang hari, kami tiba di LUKAS LODGE, tempat kami menginap. Kami memilih kamar dengan air panas karena daerah Bajawa terkenal sangat dingin di malam hari. Menurut saya, ini penginapan paling cozy selama saya berlibur karena nuansa kayu dan hangatnya sangat terasa. Biaya penginapan di sini dengan kamar air panas sebesar Rp 350.000,-/malam.
Lukas Lodge
Setelah beristirahat dan makan sejenak, kami memutuskan untuk menuju KAMPUNG ADAT BENA, sebuah kampung adat zaman megalitikum. Dari Lukas Lodge menuju ke Kampung Bena, kami menyewa ojek motor dengan harga Rp 100.000,-/motor. Sepanjang perjalanan menuju Kampung Bena, kami melewati persawahan dengan latar belakang Gunung Inerie.

Saat kami tiba di Kampung Bena, ada acara adat yang berlangsung, yaitu pembangunan rumah adat. Beberapa pria sedang membangun rumah, beberapa pria yang lain sedang memasak daging babi, dan beberapa anak sedang memainkan alat musik khas. Yang menarik ialah bila ada tamu / turis yang sedang berkunjung saat upacara adat sedang berlangsung, turis / tamu akan disajikan makanan. Tak tanggung - tanggung, makanannya adalah babi yang direbus dengan air dan garam.  Yang dimaksud babi di sini ialah daging, tulang, jeroan, telinga, kepala, intinya semua bagian tubuh babi.

Kampung Adat Bena
Bagian Belakang Kampung Adat Bena
Malam hari, kami menghabiskan waktu di Lukas Lodge karena daerah Bajawa sangat dingin. Jadi, cara terbaik untuk mengatasi hal itu adalah tidur dengan berselimutkan selimut tebal dan pengalaman - pengalaman menarik sambil tak lupa bersyukur karena Tuhan sudah begitu baik pada umat - Nya yang bergelimang dosa ini.

 Kontak :
Bapak Denso Lukas Lodge (Penginapan) : 082 - 340 - 887496

1 komentar: