Rabu, 29 Juli 2015

12 Juli 2015 : Raung Sedang Meraung

Dengan penuh semangat, saya menuju Bandara Soekarno Hatta untuk terbang menuju ke Maumere dengan transit di Bali.

Setelah melakukan check in dan boarding, penerbangan dimulai. Ini pertama kali saya melakukan perjalanan menggunakan pesawat seorang diri.

Di dalam pesawat Lion Air Jakarta - Denpasar, banyak keluarga yang membawa anak kecil sehingga suasana ramai anak - anak sangat terasa. Pesawat kami melewati wilayah Banyuwangi. Tepat di sebelah kanan pesawat, tempat saya duduk, saya menyaksikan Gunung Raung sedang mengeluarkan asap yang begitu tebal dan tinggi. Orang - orang, termasuk saya, mengabadikan moment tersebut.

Saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, saya langsung menuju ke bagian transit, lalu ke Gate 3. Sembari menunggu penerbangan menuju ke Maumere, saya melakukan aktivitas yang saya suka, yaitu MAKAN. Saya makan nasi ayam betutu. Saya pikir ayam betutu itu rasanya pedas. Ternyata, tidak sama sekali. Ternyata, saya salah. Yang pedas itu adalah ayam taliwang. Ngek Ngok.

Saat saya sedang melakukan pemesanan makanan, salah seorang pramusaji mengatakan bahwa bandara ditutup hingga pukul 16.00 WITA. Tidak lama kemudian, ada pengumuman resmi dari pihak bandara mengenai hal tersebut. Setelah itu, semakin banyak pengumuman bertubi - tubi bahwa banyak penerbangan yang dibatalkan.

Saya mendengarkan dengan seksama setiap pengumuman tersebut, nama maskapai dan tujuan penerbangan. Selama pengumuman itu berlangsung, tidak disebutkan bahwa penerbangan menggunakan Wings Air menuju Maumere dibatalkan.

Jadi, saya menunggu dengan sabar di Gate 3 hingga pukul 16.00 WITA. Saya juga sempat tidur siang dengan sangat nyenyak.

Lama kelamaan, bandara yang tadinya ramai semakin sepi. Sekitar pukul 16.00 WITA, ada pengumuman bahwa penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Surabaya menuju Gate 5. Oh.. Ternyata bandara sudah dibuka. Semua orang yang ada di sana langsung bertepuk tangan karena gembira, termasuk saya.

Kemudian, saya menuju ke Gate 3, tempat maskapai Wings Air, untuk menanyakan kapan penerbangan menuju ke Maumere. Petugas Wings Air menjawab bahwa penerbangan menuju ke Maumere sudah dibatalkan sejak pukul 11.30 WITA. JENG JENG JENG JENG.

Jadi, untuk apa saya menunggu sampai pukul 16.00 WITA.

Setelah ditelusur, saya tidak memperhatikan kode penerbangan. Kode penerbangan saya adalah QZ 1820 tujuan Kupang. Saat pengumuman, yang disebutkan adalah kode penerbangan dan tujuan penerbangan. Kode penerbangan QZ 1820 tujuan kupang ternyata transit di MAUMERE. Oh.. pantes saya duduk manis hingga tertidur pulas. 

Jadi, di kala semua orang sibuk mengatur jadwal penerbangan lagi. Saya sedang santai - santai menunggu penerbangan ke Maumere yang sudah dibatalkan sejak pukul 11.30 WITA. Hmmm.. Super sekali Oni...

Saya pun segera menuju ke bagian Customer Service Lion Air sembari sibuk menghubungi kakak dan kawan saya. Jadi, mereka sibuk mencari tiket pesawat ke Maumere untuk penerbangan besok di Jakarta. Saya sibuk memikirkan ketololan saya di Denpasar.

Setelah berkutat ke sana kemari, akhirnya saya pun reschedule jadwal penerbangan Denpasar - Maumere ke tanggal 16 Juli 2015.

Alhasil, saya tidak bisa ke Larantuka, Lembata, Maumere, dan Danau Kelimutu sesuai dengan ittinerary yang telah saya dan kawan saya buat.

Di Bali, saya tidak tahu akan menginap dimana, menggunakan kendaraan apa, intinya SAYA BUTA SAMA SEKALI TENTANG BALI. 

Saya bersyukur memiliki seorang kakak yang sangat baik di Jakarta. Sembari ia mencari informasi penginapan dan akomodasi di Bali, saya sibuk mengurus bagasi dan makan malam di Burger King sembari memikirkan ketololan saya yang tidak ngeh dengan kode penerbangan. Dasar Udik.

Berkat bantuan kakak saya, saya meluncur dari Bandara menuju ke Kuta Sari Hotel menggunakan ojek dengan biaya Rp 40.000,-. Saya menginap 1 malam di Kuta Sari Hotel, sebuah hotel dengan spring bed untuk 2 orang, kulkas, televisi, shower air panas (ternyata saya sangat suka mandi di bawah shower air panas), dan TANPA JENDELA dengan LAMPU REMANG - REMANG. Biaya menginap semalam di Kuta Sari Hotel sebesar Rp 144.628,-.

Saat tiba di hotel, saya langsung mandi shower air panas, nonton tv, tanpa tahu besok saya akan kemana dan berbuat apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar